top of page

Garuda & Kasus Penyelundupan.

  • Writer: Putu Yudia
    Putu Yudia
  • Dec 16, 2019
  • 2 min read


Berita yang cukup mengejutkan datang dari salah satu Perusahaan ‘plat merah’ milik pemerintah. Perusahaan BUMN ini terjerat sebuah kasus penyelundupan barang mewah. Garuda Indonesia, memberi sebuah kejutan yang kurang baik di penghujung tahun 2019. Perusahaan milik pemerintah ini diketahui terjerat kasus penyelundupan barang mewah, yaitu sebuah motor besar bermerek Harley Davidson dan beberapa unit sepeda merek Brompton. Hal ini ditemukan oleh pihak Bea Cukai bandara Soekarno-Hatta di sebuah pesawat Garuda Indonesia. Yang lebih mengejutkan lagi adalah, barang-barang mewah ini ditemukan dalam sebuah armada yang baru dibeli oleh Garuda. Harley Davidson dan sepeda Brompton tersebut ditemukan pihak bea cukai bandara dalam pesawat Airbus A330-900 dimana pesawat inilah yang merupakan salah satu armada baru Garuda Indonesia. Menurut berita-berita yang beredar di sosial media, pesawat ini diantarkan langsung dari pabrik Airbus di Touluse ke Jakarta dan membawa beberapa penumpang VIP. Salah satu yang menjadi sorotan adalah Dirut Garuda saat itu merupakan penumpang VIP dalam penerbangan tersebut. Hal inilah yang menyebabkan masyarakat menduga Dirut Garuda pada saat itu merupakan orang yang terlibat dalam penyelundupan Harley dan sepeda Brompton tersebut. Kasus ini begitu menghebohkan karena di saat yang sama Garuda Indonesia melaksanakan launching armada terbaru milik maskapai mereka, yaitu Airbus A330-900 Neo. Kasus itupun terdengar hingga ke telinga menteri BUMN, Erick Thohir.

Mendengar hal tersebut, Erick mengatakan akan segera menyelidiki kasus tersebut dengan pihak terkait dan apabila ada orang-orang dari dalam perusahaan Garuda yang terbukti terlibat, maka ia kan segera memberhentikan orang-orang tersebut. Tak lama setelah itu, Erick Thohir bersama Menteri Keuangan, Sri Mulyani dan beberapa pihak yang terlibat dalam penyelidikan mengadakan konferensi pers dimana hasilnya beberapa pimpinan Garuda Indonesia terlibat dalam kasus penyelundupan barang mewah yang ditemukan dalam pesawat baru Garuda, Airbus A330-900 Neo. Saat itupun Erick mengatakan memberhentikan para pimpinan yang terlibat dan segera menunjuk plt pimpinan sementara. Dari kasus penyelundupan ini, berbagai macam reaksi muncul di kalangan masyarakat. Yang paling menarik adalah, para karyawan perusahaan justru terlihat senang saat direktur utama Garuda Indonesia diberhentikan. Hal ini terlihat dari banyaknya ucapan senang dan gembira dalam bentuk karangan bunga dari karyawan perusahaan itu sendiri. Reaksi ini juga memancing kasus-kasus lain yang sebelumnya tidak pernah diketahui publik akhirnya muncul. Kasus-kasus lain yang muncul lebih banyak tentang kasus skandal pelecehan seksual. Kasus inipun melibatkan para pramugari bahkan di media sosial kasus ini diduga melibatkan beberapa pimpinan divisi yang ada dalam perusahaan Garuda. Hal ini juga diperkuat dari unggahan salah satu pengacara kondang, Hotman Paris yang mengaku ada beberapa pramugari dari salah satu perusahaan penerbangan yang mengaku mendapatkan pelecehan seksual dari para pimpinan perusahaan.

Kasus penyelundupan dan kasus-kasus pelecehan pramugari menyebabkan masyarakat mendorong agar pemerintah melalui Menteri BUMN melakukan ‘bersih-bersih’ dalam lingkungan manajemen Garuda. Hal itu dirasa perlu dilakukan sebagai salah satu upaya pembenahan manajemen dan demi meningkatkan pelayanan Garuda Indonesia terhadap konsumen yang menggunakan jasa mereka. Belakangan ini, kontribusi Garuda belum terlihat maksimal sebagai salah satu perusahaan pemerintah dalam bidang pelayanan penerbangan. Beberapa kali muncul berita bahwa perusahaan merugi, belum lagi kasus kasus yang ikut menyeret Garuda di dalamnya. Jika ‘bersih-bersih’ tersebut merupakan saalah satu cara memperbaiki kinerja perusahaan, pemerintah dirasa perlu segera mengambil langkah dan tegas dalam pelaksanaannya. Ini semua demi memperbaiki kualitas perusahaan itu sendiri.

 
 
 

Comments


Single Post: Blog_Single_Post_Widget

©2018 by Putu Yudia's Web. Proudly created with Wix.com

bottom of page